Bacaan Sayyidul Istighfar "Allahumma anta robbi laa ilaaha illaa anta, kholaqtani" Arab, Latin, Arti dan Keutamaannya

Sayyidul Istighfar

Bacaan Allahumma anta robbi laa ilaaha illaa anta, kholaqtani (Sayyidul Istighfar)

Bacaan Allahumma anta robbi laa ilaha illa anta kholaqtani ini juga sangat bagus dibaca ssetelah sholat saat melakukan dzikir wirid.

Bacaan Sayyidul Istighfar (Allahumma anta robbi laa ilaha illa anta kholaqtani) ini adalah sebuah bacaan yang sangat dianjurkan dan dicontohkan oleh Rasulullah. Bacaan Sayyidul Istighfar terdapat dalam hadits riwayat Imam Bukhari nomer hadist. 6306 dan banyak diriwayatkan yang lainnya.

Mungkin sudah banyak yang tahu tentang bacaan Sayyidul istighfar ini. Admin sendiri mengetahui bacaan sayyidul istighfar ini saat kelas 1 SMP/MTS.

Saat kelas 2 Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyyah di salah satu kota di Jawa Tengah, kami diajarkan secara langsung oleh guru fiqih kami bernama Ustadz Soemanto.


Selain ahli dalam masalah fiqih, ustadz Soemanto juga ahli dalam Bahasa Arab dan Nahwu Shorof.

Kami sangat ingat beliau mengajarakan kepada kami mengenai bacaan Sayyidul Istighfar ini saat Ramadhan dalam sholat Dhuha yang dilaksanakan selama bulan Ramadhan.

Berikut Adalah Bacaan Syyidul Istighfar Arab, Latin dan Artinya

Bacaan Sayyidul Istighfar Arab

bacaan sayyidul istighfar arab Allahumma anta robbii laa ilaaha illaa anta


اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ ، لَا إِلٰـهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمتِكَ عَلَيَّ ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ

Bacaan Sayyidul Istighfar Latin


“Allahumma anta robbii laa ilaaha illaa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bi dzanbii, faghfirlii fainnahuu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta“.

Arti atau Terjemahan Bacaan Sayyidul Istighfar

Artinya: ”Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau, Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji -Mu dan akan menjalankannya dengan semampuku, aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau” (HR. Bukhari no. 6306)

Hadist dan Sanad Tentang Sayyidul Istighfar dari Rasulullah

عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَيِّدُ الْاِسْتِغْفارِ أَنْ يَقُوْلَ الْعَبْدُ: اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ ، لَا إِلٰـهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمتِكَ عَلَيَّ ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ مَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوْقِنًا بِهَا ، فَمَـاتَ مِنْ يوْمِهِ قَبْل أَنْ يُمْسِيَ ، فَهُو مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوْقِنٌ بِهَا فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ .

Dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , “Sesungguhnya Istighfâr yang paling baik adalah seseorang hamba mengucapkan :

ALLAHUMMA ANTA RABBII LÂ ILÂHA ILLÂ ANTA KHALAQTANII WA ANA ‘ABDUKA WA ANA ‘ALA ‘AHDIKA WA WA’DIKA MASTATHA’TU A’ÛDZU BIKA MIN SYARRI MÂ SHANA’TU ABÛ`U LAKA BINI’MATIKA ‘ALAYYA WA ABÛ`U BIDZANBII FAGHFIRLÎ FA INNAHU LÂ YAGHFIRU ADZ DZUNÛBA ILLÂ ANTA

(Ya Allâh, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau).

(Beliau bersabda) “Barangsiapa mengucapkannya di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga.

TAKHRIJ HADITS
Hadits ini shahih. Diriwayatkan oleh:
1. Imam al-Bukhari dalam shahîhnya (no. 6306, 6323) dan al-Adabul Mufrad (no. 617, 620)
2. Imam an-Nasâ-i (VIII/279), as-Sunanul Kubra (no. 9763, 10225), dan dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah (no. 19, 468, dan 587)
3. Imam Ibnu Hibbân (no. 928-929-at-Ta’lîqâtul Hisân ‘ala Shahih Ibni Hibbân)
4. Imam ath-Thabarani dalam al-Mu’jamul Kabîr (no. 7172), al-Mu’jamul Ausath (no. 1018), dan dalam kitab ad-Du’aa (no. 312-313)
5. al-Hâkim (II/458)
6. Imam Ahmad dalam musnadnya (IV/122, 124-125)
7. Imam al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah (no. 1308), dan lainnya dari Shahabat Syaddad bin Aus Radhiyallahu anhu

Keutamaan Bacaan ‘Sayyidul Istighfar’

Bacaan sayyidul istighfar ini umum dibacaan di masjid-masjid setelah adzan, Bacaan ini dulu sering kami dengar setelah muadzin mengumandangkan adzan.

Bacaan syyidul istighfar ini juga dianjurkan dibaca setelah sholat saat wirid. Seperti kami diajarkan oleh seorang guru Muhammadiyyah dulu saat MTS.

Sedangkan keutamaannya adalah sebagai berikut:

Masuk Surga

Dalam hadis yang sudah ditulis di atas, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa mengucapkannya pada siang hari dan meyakininya, lalu dia mati pada hari itu sebelum waktu petang, maka dia termasuk penghuni syurga. Dan barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dalam keadaan meyakininya, lalu dia mati sebelum waktu pagi, maka dia termasuk penghuni syurga”.


Diampuni Dosa

Istighfar adalah bacaan yang berharap agar diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT atas kesalahan dan khilaf yang terjadi. Bacaan ini menandakan betapa kecilnya Anda di hadapan Allah. Anda sebagai manusia, adalah tempatnya khilaf dan salah. Dengan demikian membaca istighfar bisa berharap agar dosa-dosa yang lalu bisa diampuni.

Diampuni Dosa

Istighfar adalah bacaan yang berharap agar diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT atas kesalahan dan khilaf yang terjadi. Bacaan ini menandakan betapa kecilnya Anda di hadapan Allah. Anda sebagai manusia, adalah tempatnya khilaf dan salah. Dengan demikian membaca istighfar bisa berharap agar dosa-dosa yang lalu bisa diampuni.

Dicintai Allah

Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri” (QS.al-Baqarah: 222).

Allah SWT senang terhadap orang yang beristighfar dan memohon ampun. Sebab dalam istighfar itu terkandung makna bahwa manusia ingin menjadi lebih baik. Dengan jalan mengakui kesalahan yang telah terjadi dan berniat untuk tidak mengulanginya lagi.

Bentuk Syukur Atas Nikmat Allah

Dalam bacaan sayyidul istighfar tersebut juga terdapat pengakuan atas nikmat yang diberikan Allah SWT pada Anda. Membaca istighfar ini juga merupakan bentuk wujud syukur manusia pada Allah SWT.

Memperlancar Rezeki

Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda, ”Sesungguhnya seorang hamba boleh tertahan rezekinya karana dosa yang dilakukannya” (HR.Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah).

Dosa-dosa yang Anda lakukan boleh menjadi penghambat kelancaran rezeki Anda. Oleh kerananya, dengan membaca istighfar dan memohon ampun pada Allah, semoga dosa-dosa yang Anda lakukan itu dapat dihapuskan.

Membersihkan Hati

Istighfar dapat membersihkan hati Anda. Banyak hal yang dapat menyebabkan hati Anda menjadi kotor. Dengan beristighfar diharapkan hati Anda bisa menjadi bersih.

Seperti dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda, ”Apabila seorang mukmin melakukan suatu dosa, maka tercoretlah noda hitam di hatinya. Apabila ia bertaubat, meninggalkannya dan beristighfar, maka bersihlah hatinya” (HR.Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Tirmidzi).

Mencegah Azab

Firman Allah seperti termaktub dalam QS. Al-Anfal ayat 33: ”Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun”.

Keutamaan orang yang memohon ampun pada Allah SWT adalah dapat terhindar dari azab. Sebab Allah tidak akan mengazab umatnya yang bertaubat dan memohon ampun.

Ketenangan Batin

Istighfar adalah bentuk pengakuan atas segala dosa dan kesalahan yang Anda perbuat. Hanya dengan memohon ampunan-Nya, batin Anda bisa menjadi tenang.

Nah, itulah beberapa keutamaan dari membaca sayyidul beristighfar. Dan pemaparannya mengenai bacaan Sayyidul Istighfar dari mulai bacaan arab, latin, artinya hingga pemaran hadist dari Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam. Wallahu A’lam.

Kami pernah mendengarkan ceramah ustadz Abdul Somad, salah satu ulama lulusan Al Ahzar Mesir dan Daarul Hadist Maroko agar senantiasa membaca bacaan sayyidul istighfar ini, dan menghafalnya.

Semoga pembahasan tentang sayyidul istighfar ini bermanfaat untuk rekan-rekan semua.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bacaan Sayyidul Istighfar "Allahumma anta robbi laa ilaaha illaa anta, kholaqtani" Arab, Latin, Arti dan Keutamaannya "

Posting Komentar